Kosong dan rendah gairah
Puisi yang romantik
Menetes dari bibir
Murung itu sungguh indah
Melambatkan butir darah
Nikmatilah saja kegundahan ini
Segala denyutnya yang merobek sepi
Kelesuan ini jangan lekas pergi
Aku menyelami sampai lelah hati
"Efek Rumah Kaca"
Lelah tak terbayar saat sabar mulai terbakar. Habiskah sudah? entah hanya harap semoga saat fajar datang sabar ini akan kembali terisi. Menyusuri di sisa malam yang berjalan pelan, hanya kosong dan lelah yang membuncah menghilangkan semua gairah. Alunan lagu lagu cinta terdengar biasa, susunan kata kata basi terangkai dalam nada nada rendah. Mencoba menikmati dalam gelap namun hanya murung yang bisa kudapat. Mencekik perlahan seolah darah terpompa pelan saat nikotin bercumbu mesra dengan hemoglobin. Menyelam dan menyelam hingga tenggelam "apakah tidur obat semua ini?" tanya hati. Lelah dan semakin lelah mencoba dan terus mencoba menikmati malam yang semakin sepi saat jemari menari. Dan hanya senyum palsu yang bisa menghiasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar