Kemarau pergi hujan pun datang lagi sebuah siklus yang mungkin tak pernah terhenti. Tuhan yang selalu berbaik hati membagi sedikit nyanyi sunyi ditiap rintik hujan yang membasahi bumi. Jika harus kuputar ulang tiap memori di otak ini mungkin gw gak pernah bisa jawab sejak kapan gw suka hujan. Mungkin sejak gw SD pas lagi demen demennya maen bola atau mungkin waktu gw pertama kali melihat waktu bayi atau mungkin juga saat gw belom terlahir atau saat di kehidupan sebelumnya di dunia paralel dan mungkin kebanyakan mungkin -_____-“
Ada banyak cara manusia buat nikmatin hujan, mahluk penuh
akal yang katanya makhluk ciptaan Tuhan paling mulia. Ada yang hanya melihat,
ada yang dengan langsung berhujan
hujanan menikmati tiap tetes yang membasahi terserap dalam butiran butiran
kecil melalui pori pori dan ada juga yang hanya dengan mendengarkan tiap tetes
hujan yang menghujami genting, atap seng dan menambah debit air di kolam ikan.
Dan tentunya ada yang menikmati dengan cara memaki dan terkadang gw juga salah
satunya. *syarat dan ketentuan berlaku*
Bicara tentang mendengarkan tak ubahnya bisa terlepas dari
musik. Nyanyian alam orkestra semesta. Kali ini gw mau sedikit berbagi lagu
lagu yang biasa gw nikmatin saat hujan
oke dah kalo gitu biar gak banyak bacot lagi langsung aja silahkan disimak
ERK – Desember
Putar lagu ini saat hujan dan dengarkan tak ada yang bisa
kuceritakan karena kau pun tahu.
Sampai nanti
ketika hujan tak lagi
Meneteskan
duka meretas luka
Sampai hujan
memulihkan luka
Koil – Lagu Hujan
Entah apa yang Otong cs pikirin dulu sehingga menciptakan
lagu ini. Band cadas dengan sentuhan magisnya membawakan haru biru “pecah
pecahan beling kenangan” tanpa ampun. Sebuah perjalanan hidup untuk memilih
resapilah tiap sentimentil melankoli hujaman hujan kenanganmu.
ku akan pergi saat hujan reda
walaupun lama pasti reda juga
tangga
pelangi akan segera tiba
Blackout – Join Kopi
Kopi sesosok minuman hitam dengan aroma khas yang tak
tergantikan. Tak ada salahnya menikmati kopi disaat hujan dan lagu ini akan
membawamu ke dalam ingatan kehidupan pedesaan masa lampau dan mungkin sekarang
pun masih ada beberapa. Ketika ada yang namanya gelas mug besar dari besi yang
berisi kopi untuk dinikmati bersama seluruh anggota keluarga sebuah Local
wisdom yang semoga saja belum punah sampai saat ini. Nikmati hujan mu seduh
kopimu berbagilah di tiap tetes manis pahitmu bersama teman dan keluarga.
Hu la la la
kopimu kopiku
Hu la la la
join join kopi
Hu la la la
arti sahabat
Hu la la la
tak ternilai harganya
Arvo Pรคrt – Spiegel Im Spiegel
Lagu lagu nirkata termasuk ampuh untuk menikmati hujan ,
tanpa lirik membawamu larut dalam melankoli yang terdramatisir secara tidak
langsung. Lagu gubahan komposer Estonia pada tahun 1978 ini akan berbaur indah
dengan suasana hujan saat diputar seakan mengajakmu terbawa ke masa lampau
menyusuri jalan jalan setapak yang pernah kau susuri dan tentunya saat raungan
biola mulai terdengar bersamaan harum mewangi aroma tanah seusai hujan dan sisa
sisa tampias yang menyegarkan kau
rasakan lepas jiwamu dalam tenang lautan kenangan.
Adhitia Sofyan – After The Rain
Yah begitulah seperti judulnya udah ketebak banget kalo isinya kek gimana. Dengan aransemen
sederhana berupa folk akustik cukup
menyenangkan menikmati hujan dengan lagu ini. Susah juga buat deskripsiin ni
lagu too much memory about this song, so
just enjoy it.
If
i could bottled smell of the wet land
after the rain,
I’ll
make it a perfume and send it to your house.
The Simths – Asleep
Terkadang jenuh akan sendiri dan lagu ini agak mengandung
kampret untuk diresapi. Sendiri dan hujan komposisi komplit untuk merutuki
nasib kapan akan bertemu atau sudah bertemu tapi entah kapan akan berkembar
rasa?. Siklus misteri kehidupan yang tak ada henti. Dibumbui suara khas
Morissey dan alunan denting piano yang rapi sebuah tembang jadul yang sangat
pas untuk membully diri sendiri bagi yang belum menemukan belahan hati .
Sing me
to sleep, sing me to sleep
I’m
tired to wake up on my own anymore
Sore – Musim Ujan
Pernahkah
kau rindukan hujan? salah satu lagu baru dari Sore di album sorealist ini cukup menggambarkan sebuah kerinduan akan
penantian datangnya musim hujan. Hujan yang datang dengan kesegarannya,
meredupkan nyali surya membalutnya dengan selimut kelabu bernama awan memberi
teduh yang membasuh menghempas kering berkepanjangan.
Merindukan hadirnya surga
Sukakah kau pada redup
Larut di dalam alam biru
Melukiskan mahligai di hampar guntur
Sukakah kau pada redup
Larut di dalam alam biru
Melukiskan mahligai di hampar guntur
ERK – Hujan Jangan Marah
Dan lagi lagi efek rumah kaca, seakan menasbihkan diri
menjadi band pengiring hujan dalam playlist gw. Lagu ini tak menceritakan
tentang segar tetes hujan dan segala melankoli yang hujan berikan. Sebenarnya
aneh gw masukin lagu ini dalam playlist. Meski tiap lirik yang tertutur rapi
berceritakan kemarau yang berkepanjangan tetapi memberikan nuansa kerinduan menanti akan hujan datang, resah menunggu apakah dia
marah hingga tak kunjung tiba memandikan jiwa yang luka.
Dengarkah? Jantungku menyerah,
terbelah di tanah yang merah
Gelisah dan hanya suka bertanya pada musim kering
melemah dan melemah
Gelisah dan hanya suka bertanya pada musim kering
melemah dan melemah
Ps: Nikmatilah hujan dengan versimu, dekatkan dan rasakan kesegarannya membasuh duniamu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar